Potong kuku

Standard

Dari tadi saya leka melihat telatah Qaseh yang ralit dengan pengetip kuku.

Qaseh! Buat apa tu? jerit saya dari jauh.

Pantas matanya tertancap ke arah saya sambil datang menghampiri. Jari-jari segera diletakkan di pipi sambil ditarik ke bawah berkali-kali seakan cakaran.

Ibu apak tak? Ni…kuku…..taaajam nii. Ha….apak? sambil mengulangi isyarat cakar sekali lagi.

Potooong lah ibu. Potooonglah…rayunya lagi.

Tak juga saya endahkan sebab kukunya memang sudah jelas pendek.

Isssyyhh…ibu ni….runggut nya antara dengar dan tidak.

This slideshow requires JavaScript.

you’re too gorgeous sayang. don’t grow up too fast please….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s